Bondan & Fade 2 Black kembali menelurkan karya-karya lagu terbarunya yang dikemas dalam album ke-4 mereka, Respect & Unity For All (RUFA).
Dalam album tersebut, Bondan Cs mengemas 10 lagu terbaru yaitu "Respect & Unity For All", "Tak Terkalahakn", "Tak Sempurna", "Pelita Hidup", "Manusia Sejuta Perkara", "Cahaya Sejatu", "Game of Life", "Its Not a Goodbye", "Bring It" dan "Home". "Akhirnya album kita rilis juga. Jaman sekarang untuk merilis album itu tidak mudah," ungkap Bondan Prakoso saat jumpa pers launching album 'Respect Unity For All', di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan (27/06/2012) sore. Menariknya, nama untuk judul album terbarunya itu adalah merupakan penggabungan dari judul-judul album mereka sebelumnya, yakni Respect (2005), Unity (2007) dan For All (2010). "Memang kata-kata rispek ini pondasi awal berdirinya Bondan & Fade 2 Black. Dimana kita berasal dari genre berbeda, dua grup berbeda, bendera yang berbeda dan disatukan dalam sebuah project, tetapi tetap rispek," jelasnya. "Dari kata rispek ini berkembang. Akhirnya kita buat album ke-2 judulnya Unity, album ke-3 For All, terus di album ke 4 kita gabungin semuanya," sambungnya. Dalam proses penggarapannya, Bondan sendiri masih berperan sebagai produser, arranger, vokalis dan tentunya pembetot bass. Sementara Fade 2 Black yang digawangi oleh Tito A.K.A Titz, Ari A.K.A Santoz dan Eza A.K.A Lezzano lebih fokus pada penggarapan liriknya. Misi dan visi yang sama, adalah alasan Bondan dan Fad 2 Black masih menjalin kerjasama yang baik hingga saat ini. "Kita bukan boyband, kita bukan grup band. Ini proyek kolaborasi. Dimana Fad dengan hip hopnya, Bondan dengan musiknya sendiri. Saya selaku produser ingin membuktikan, Rap itu bisa masuk ke semua adonan musik, bisa berdiri dalam jenis musik apapun. Kita coba Keroncong, SKA, masuk semua," tandasnya.
Dalam album tersebut, Bondan Cs mengemas 10 lagu terbaru yaitu "Respect & Unity For All", "Tak Terkalahakn", "Tak Sempurna", "Pelita Hidup", "Manusia Sejuta Perkara", "Cahaya Sejatu", "Game of Life", "Its Not a Goodbye", "Bring It" dan "Home". "Akhirnya album kita rilis juga. Jaman sekarang untuk merilis album itu tidak mudah," ungkap Bondan Prakoso saat jumpa pers launching album 'Respect Unity For All', di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan (27/06/2012) sore. Menariknya, nama untuk judul album terbarunya itu adalah merupakan penggabungan dari judul-judul album mereka sebelumnya, yakni Respect (2005), Unity (2007) dan For All (2010). "Memang kata-kata rispek ini pondasi awal berdirinya Bondan & Fade 2 Black. Dimana kita berasal dari genre berbeda, dua grup berbeda, bendera yang berbeda dan disatukan dalam sebuah project, tetapi tetap rispek," jelasnya. "Dari kata rispek ini berkembang. Akhirnya kita buat album ke-2 judulnya Unity, album ke-3 For All, terus di album ke 4 kita gabungin semuanya," sambungnya. Dalam proses penggarapannya, Bondan sendiri masih berperan sebagai produser, arranger, vokalis dan tentunya pembetot bass. Sementara Fade 2 Black yang digawangi oleh Tito A.K.A Titz, Ari A.K.A Santoz dan Eza A.K.A Lezzano lebih fokus pada penggarapan liriknya. Misi dan visi yang sama, adalah alasan Bondan dan Fad 2 Black masih menjalin kerjasama yang baik hingga saat ini. "Kita bukan boyband, kita bukan grup band. Ini proyek kolaborasi. Dimana Fad dengan hip hopnya, Bondan dengan musiknya sendiri. Saya selaku produser ingin membuktikan, Rap itu bisa masuk ke semua adonan musik, bisa berdiri dalam jenis musik apapun. Kita coba Keroncong, SKA, masuk semua," tandasnya.